Metode Belajar

Berbicara metode pembelajaran tentu menjadi bagian penting dari sebuah keberhasilan target outcome. Pesantren S-PEAM hadir dengan sebuah metode yang berbasis pada terapan, research dengan media alam dan lingkungan yang ada di sekitar pesantren, serta tidak mengabaikan aspek perkembangan teknologi mutakhir. Bentuk klasikal tentu juga digunakan sebagai salah satu bentuk rombongan belajar yang jumlah siswa setiap kelas maksimal 25. Beberapa mata pelajaran seperti science, agama, sosial, bahasa semua diajarkan dengan pendekatan applied approach. Terapan sebagai sebuah pendekatan, hasil belajar santri harus ada bentuk konkrit yang harus dibuktikan dalam bentuk karya nyata. Ilmu science selalu dilakukan research untuk menemukan hal-hal baru yang terintegrasi dengan kemampuan atau kompetensi literasi. Untuk efisiensi pembelajaran, pesantren S-PEAM Pasuruan Indonesia menggunakan aplikasi e-learning yang tersedia lewat website dan aplikasi playstore yang dapat diakses dengan mudah oleh semua santri. Konten kurikulum pun juga terdesain dengan memprioritaskan ilmu science, agama, bahasa, tahfidz al-Quran, literasi dan praktek entrepreneurship.

MEMBIDIK KEUNGGULAN

Program unggulan pesantren S-PEAM adalah science applied studies, entrepreneurship habit, tahfidz al-Quran, literacy applied dan international language. Keunggulan ini diupayakan untuk dialami oleh semua santri secara merata dan salah satu cara yang dilakukan adalah membentuk academic mapping untuk mengetahui kompetensi dasar santri agar dengan mudah semua santri dapat terarah ke sebuah keunggulan yang dicita-citakan oleh pesantren S-PEAM Pasuruan Indonesia. Di samping itu, S-PEAM juga mengambil positioning literasi sebagai salah satu keunggulan pesantren yang diproyeksikan untuk mengantar santri memiliki skill menulis. Budaya baca yang ditanamkan kepada semua santri dapat berbuah keterampilan menulis agar mereka terdorong untuk melahirkan produk karya nyata dalam bentuk buku. Mereka dimotivasi untuk meningkatkan tradisi writing habit sebagai bagian dari kompetensi yang harus dikembangkan. Pesantren S-PEAM berpandangan bahwa skill menulis adalah menjadi kebutuhan dasar bagi siapa saja dan kompetensi apapun di semua bidang disiplin ilmu pengetahuan. Karya santri yang sudah terbit adalah sebuah buku berjudul Jejak Perjalanan Santri S-PEAM, Melejitkan Bakat, Menabur Prestasi.