Kurikulum

Amanah mengemban pendidikan berbasis pesantren harus ditunjang dengan pendidikan formal yang berkesinambungan. Perlu sebuah wadah yang memadai untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan masyarakat. Pesantren yang bergerak dan bertujuan untuk melahirkan generasi yang islami, kompeten di bidang keagamaan dan berkarakter, maka perlu penopang akademik yang kuat, terencana dan berjenjang. Pondok Pesantren S-PEAM yang merupakan kepanjangan dari Sekolah Pesantren Entrepreneur al-Maun Muhammadiyah yang terletak di Kota Pasuruan Jawa Timur Indonesia adalah sebuah institusi pendidikan yang mengambil cirikhas aspek kewirausahaan (entrepreneurship), tahfidz al-Quran, science dan kebahasaan.

Pondok Pesantren S-PEAM adalah memiliki lembaga pendidikan formal sebagai fokus pendalaman aspek akademik di jenjang SMP (Sekolah Menengah Pertama). Pondok Pesantren S-PEAM sebagai wadah proses pembentukan karakter dan pendalaman aspek keagamaan, tahfidz al-Quran, entrepreneurship ingin melakukan pematangan proses pendidikan melalui jenjang studi lanjut. Dalam rangka itu, perlu pendidikan lanjutan di jenjang SMA (Sekolah Menengah Atas) sebagai proses penguatan keilmuan, pemahaman keagamaan, militansi gerakan dan pendalaman program tahfidz al-Quran. Integrasi antara penguatan akademik dan cirikhas kepesantrenan, akan selalu dipacu untuk menjaga keseimbangan outcome guna melahirkan generasi Islami yang mampu mewarnai masa depan persyarikatan dan bangsa di era digital global.

Seiring perjalanan, pendidikan formal jenjang SMA sebagai pendidikan lanjutan jenjang SMP (Sekolah Menengah Pertama) adalah sangat dibutuhkan. Hal ini menjadi pertimbangan penting untuk menunjang tujuan pesantren sebagai wadah kaderisasi ulama persyarikatan yang tangguh dan mumpuni secara keilmuan. Selain itu, dengan spesikasi program unggulan yang harus diperkuat, hal yang utama juga adalah pemantapan dan penanaman kultur prinsip kepesantrenan yang mendidik jiwa santri berkemandirian, tangguh, berpikir luas dan memiliki militansi jihad untuk berdakwah. Pendidikan jenjang SMA sebagai institusi pendidikan di usia remaja, di mana pola pikir mereka sudah memasuki dewasa, maka diperlukan program percepatan dan sebuah kondisi untuk menciptakan kreativitas yang dapat karya-karya konkrit-aplikatif yang berdaya saing tinggi dan marketable di tengah kebutuhan kehidupan masyarakat modern.

Konten Kurikulum

Mata Pelajaran Umum

Mata pelajaran umum meliputi socialcitizenship studies (ilmu-ilmu sosialdan kewarganegaraan), scientific studies (ilmu-ilmu sains), sport (olahraga) dan art and skill (kesenian dan keterampilan). Mata pelajaran ini dirancang berdasarkan kurikulum pemerintah yang diperkuat oleh kompetensi dan skill guru yang memadai. Rumpun mata pelajaran tersebut adalah sebagai berikut :

Ilmu Sosial

Rumpun mata pelajaran ini merupakan gabungan mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dengan sebuah kerangka integratif, untuk menjadi fondasi dalam mengantar santri memiliki dasar ilmu sosial. Hal itu sebagai kontribusi bagi kehidupan santri untuk dapat mengenal ragam bentuk kehidupan sosial dan keterampilan menerapkan nilai-nilai dan normayang berlaku di tengah kehidupan masyarakat. Kemudian aspek-aspek sosial itu dieksplor menjadi tatanan ilmu yang dihubungkan dengan upaya-upaya moral dan nasionalisme untuk membentuk pribadi yang taat berpilar pada penguatan moral dan karakter, sehingga dapat melahirkan “integrasi outcome” yaitu menjadi warga negara yang meneguhkan diri secara moral dan sosial dalam bingkai kecintaan terhadap tanah air dan bangsa.

Sains atau Ilmu Pengetahuan Alam

Rumpun mata pelajaran ini disusun sebagai breakdown dari mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA Terpadu) dan Matematikauntuk menjadi bangunan ilmu yang saling terkait.Matematika sebagai disiplin ilmu merupakan upaya untuk menemukan pemecahan masalah atau solusi dengan alur logika yang sistematis, teratur dan penuh ketelitian dan kecermatan. Dalam hal ini, sains yang lekat dengan studi kealaman dan mencari hubungan-hubungan alamiah yang teratur mengenai fenomena yang diamati, maka sains membutuhkan matematika sebagai perangkat solusi, demikian pula matematika adalah membutuhkan sains sebagai ilmu terapan agar dapat lebih bermanfaat bagi kehidupan.

Bahasa

Bahasa adalah perangkat penting bagi siapapun untuk mengekspresikan makna-makna tertentu yang diinginkan. Rumpun mata pelajaran ini merupakan mata pelajaran Bahasa Indonesia yang tidak saja mengenalkan bahasa berbasis teori, tetapi lebih pada upaya menggali potensi dan bakat santri untuk memiliki keterampilan menuangkan gagasan dan ide dalam bentuk tulisan. Di samping santri juga mengenal teori kaidah kebahasaan yang diekspresikan dalam bentuk verbal, santri melalui mata pelajaran ini juga akan dilatih melakukan exploring mind untuk terampil meramu kata menjadi bahasa tulis, sehingga kemampuan dan skill berbahasa menjadi pemicu santri untuk melahirkan karya.

Olah Raga

Rumpun mata pelajaran ini merupakan bentuk edukasi pengolahan bakat yang terpola secara fisik untuk menggali potensi keterampilan diri secara jasmani, agar stamina fisik dapat terjaga dan tumbuh serta berkembangdengan baik. Dalam proses edukasi mata pelajaran ini adalah berupaya untuk mengantar santri memiliki kecerdasan motorik sebagai penyeimbang kecerdasan koginitif dan afektif sebagaimana telah disepakati bahwa tiga ranah tersebut menjadi cakupan proses edukasi dan pembelajaran.Pengembangan mata pelajaran ini meliputi, aktifitas ritmik, atletik, kesehatan dan permainan bola besar dan kecil.

Seni dan Bakat

Rumpun mata pelajaran ini bagian dari upaya penggalian bakat santri di bidang keterampilan dan seni agar santri dapat memiliki bekal yang luas untuk meyiapkan diri di tengah kehidupan yang pesat persaingan. Prakarya atau entrepreneurship merupakan bidang mata pelajaran yang melatih santri untuk memiliki mental tangguh untuk selalu termotivasi berkarya tanpa henti di bidang kewirausahaan. Sedangkan mata pelajaran Kreatifitas Senidan Budayamenjadi saranabagi santri untuk menciptakan kreativitas-kreativitas baru yang dijiwai dengan semangat dan jiwa seni agar sisi mental santri dapat tersentuh dengan lembut untuk melahirkan karya maksimal yang gemilang.

Struktur Kurikulum SMP

Beban belajar di SMP untuk kelas VII, VIII, dan IX masing-masing 38 jam per minggu. Jam belajar SMP adalah 40 menit. Seni Budaya dan Prakarya menjadi dua mata pelajaran yang terpisah. Untuk seni budaya didalamnya terdapat pilihan yang disesuaikan dengan minat siswa dan kesiapan satuan pendidik dalam melaksanakannya.

IPA dan IPS dikembangkan sebagai mata pelajaran integrative science dan integrative social studies, bukan sebagai pendidikan disiplin ilmu. Keduanya sebagai pendidikan berorientasi aplikatif, pengembangan kemampuan berpikir, kemampuan belajar, rasa ingin tahu, dan pengembangan sikap peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan sosial dan alam. Disamping itu, tujuan pendidikan IPS menekankan pada pengetahuan tentang bangsanya, semangat kebangsaan, patriotisme, serta aktivitas masyarakat di bidang ekonomi dalam ruang atau space wilayah NKRI. IPA juga ditujukan untuk pengenalan lingkungan biologi dan alam sekitarnya, serta pengenalan berbagai keunggulan wilayah nusantara.

Struktur Kurikulum SMA

Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah terdiri atas (1) Kelompok Mata Pelajaran Wajib yaitu kelompok A dan kelompok B; (2) Kelompok Mata Pelajaran C yaitu pilihan Kelompok Peminatan terdiri atas Matematika dan Ilmu Alam, Ilmu- ilmu Sosial, dan Ilmu-ilmu Bahasa dan Budaya; dan (3) Khusus untuk MA, selain pilihan ketiga kelompok peminatan tersebut, dapat ditambah dengan peminatan lainnya yang diatur lebih lanjut oleh Kementerian Agama.

Kelompok Mata Pelajaran Wajib

Kelompok Mata Pelajaran Wajib merupakan bagian dari pendidikan umum yaitu pendidikan bagi semua warga negara bertujuan memberikan pengetahuan tentang bangsa, sikap sebagai bangsa, dan kemampuan penting untuk mengembangkan kehidupan pribadi peserta didik, masyarakat dan bangsa.

Kelompok Mata Pelajaran Peminatan

Kelompok mata pelajaran peminatan bertujuan (1) untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik mengembangkan minatnya dalam sekelompok mata pelajaran sesuai dengan minat keilmuannya di perguruan tinggi, dan (2) untuk mengembangkan minatnya terhadap suatu disiplin ilmu atau ketrampilan tertentu.

Pilihan Kelompok Peminatan dan Pilihan Mata Pelajaran Lintas Kelompok Peminatan

Kurikulum Sekolah Menengah Atas (SMA)/Madrasah Aliyah (MA) dirancang untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik belajar berdasarkan minat mereka. Struktur kurikulum memperkenankan peserta didik melakukan pilihan dalam bentuk pilihan Kelompok Peminatan dan pilihan Mata pelajaran antar Kelompok Peminatan.

Kelompok Peminatan yang dipilih peserta didik terdiri atas kelompok Matematika dan Ilmu Alam, Ilmu- ilmu Sosial, dan Ilmu Budaya dan Bahasa. Sejak medaftar ke SMA, di Kelas X seseorang peserta didik sudah harus memilih kelompok peminatan mana yang akan dimasuki.