Kilas Sejarah SPEAM

Pondok Pesantren S-PEAM Pasuruan Indonesia berdiri pada 18 Agustus 2015. Rencana pendirian adalah berawal dari cita-cita ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyan Kota Pasuruan untuk memiliki institusi pesantren sebagai salah satu wadah perkaderan generasi penerus persyarikatan Muhammadiyah, secara khusus di Kota Pasuruan. Saat itu ketua PDM Kota Pasuruan adalah ustadz Kholil Asy’ari, MSI. Allahu Yarham bersama Bapak-bapak pimpinan yang lain membulatkan tekad mendirikan Pesantren yang kemudian diberi nama pesantren S-PEAM (Sekolah Pesantren Entrepreneur al-Maun Muhammadiyah).

Nama ini hasil dari ikhtiyar bersama dan menjadi deferentiative name, dengan harapan agar pesantren yang dirintis memiliki positioning yang jelas yang berskala nasional. Pesantren S-PEAM ini juga berdiri sebagai jawaban atas keberadaan beberapa amal usaha Muhammadiyah, terutama jenjang SMP di kota Pasuruan yang mengalami persaingan tidak sehat di tingkat lokal kota Pasuruan, sehingga kuantitas peserta didik dari tahun ke tahun mengalami kemorosotan. Pesantren S-PEAM menjadi harapan besar Bapak-bapak PDM Kota Pasuruan untuk dapat membidik santri yang datang dari berbagai penjuru Indonesia, dan cita-cita itu alhamdulillah berhasil.

Pada awal berdirinya Pondok Pesantren S-PEAM masih merupakan boarding dari smp Muhammadiyah yang di kepalai oleh Drs. Kholid Rokhim. Pimpinan Daerah Muhammadiyah yang waktu itu diketuai oleh almarhum Drs. Kholil Asy’ari menunjuk ustadz M. Zaini sebagi Direktur S-PEAM. Setelah itu S-PEAM berdiri sendiri dengan mengajukan ijin operasional sebagai pondok pesantren kepada KEMENAG dan mendirikan SMP S-PEAM sendiri dengan izin operasional dari Dinas Pendidikan kota Pasuruan. Akhirnya S-PEAM secara otomatis menjadi SMP S-PEAM berdiri sendiri diluar SMP Muhammadiyah. Hal ini berjalan sampai bulan juni 2018.

Pada Bulan juni 2018, setelah kelulusan pertama kali santri S-PEAM dari SMP S-SPEAM, Direktur S-PEAM ustadz Zaini mengundurkan diri. Ketia PDM ustadz Abu Nasir, kemudian menunjuk H. Ali Fauzi sebagai Pjs Direktur, sekaligus membentuk BPP yang bertugas melaksanakan administrasi pondok. Dua bulan kemudian Pak Ari Hangara mundur sebaga kepala SMP S-PEAM. Ustadz Abu Nasir selaku ketua PDM menunjuk Pak Ahyar Taman sebagai pjs Kepala SMP S-PEAM sampai terpilihnya pimpinan baru dengang perubahan struktur kepemimpinan dari Direktur menjadi Pimpinan S-PEAM. Pada tanggal 12 Desember 2018, proses sertijab dari Pjs Direktur ke Pimpinan S-PEAM yang baru. Dalam hal ini, PDM menunjuk dan pelantik 3 Pimpinan S-PEAM baru, yakni Ustadz Dadang Prabowo, M.Ag selaku Pimpinan yang bertanggung jawab atas pengembangan pesantren, Ustadz Nur Najman Marzuki, M.A. yang bertugas memimpin Pengasuhan Santri, dan Ustadz Rozzaqul Hasan, M.Pd. yang bertanggung jawab kelancaran akademik sekaligus Kepala SMP S-PEAM. Diharapkan ketiga pimpinan ini dapat bersama-sama membawa Pondok Pesantren S-PEAM menjadi pesantren tujuan yang menghasilkan generasi islami yang cerdas dan mandiri.