Asrama dan Penciptaan Lingkungan

Lingkungan memainkan peran penting dalam proses pendidikan. Dalam pendidikan pesantren dengan sistem asramanya merupakan suatu kesadaran mengenai betapa pentingnya peran lingkungan dalam proses pendidikan. Dengan berada dalam lingkungan yang sama antara guru dan murid, lebih dimungkinkan terjadinya interaksi dan proses pendidikan dan pembelajaran yang berlangsung terus menerus. Santri bukan hanya dapat belajar secara langsung kepada gurunya mengenai persoalan-persoalan keilmuan, tetapi juga belajar mengenai persoalan-persoalan kehidupan. Kiai dan guru dalam lingkungan pesantren itu merupakan figur-figur yang merupakan sumber keteladanan bagi para santri dalam semua dimensi kehidupan.

Dalam sistem pendidikan pesantren modern, lingkungan dirancang secara sistematis untuk menjadi bagian yang sangat penting dalam proses pendidikan. Santri diwajibkan tinggal di kampus dengan menempati asrama- asrama yang telah ditentukan. Kehidupan mereka selama 24 jam diatur dan diprogram dengan kegiatan-kegiatan yang produktif dan kondusif untuk pencapaian tujuan pendidikan secara lebih optimal. Dalam kehidupan di asrama para santri memperoleh pendidikan kemasyarakatan.

Pendidikan nilai-nilai kebersamaan, tolong menolong, pengorbanan, tanggung jawab, kejujuran, dan nilai-nilai sosial lainnya diselenggarakan dalam kehidupan berasrama. Latihan berorganisasi dan kepemimpinan juga diperoleh santri dalam kehidupan berasrama. Penempatan santri di asrama tidak didasarkan pada asal daerah, kelas, prestasi akademik, maupun status sosial. Penepatan itu pun tidak bersifat permanen; setiap semester selalu diadakan perpindahan antar kamar, sedangkan perpindahan antar asrama dilakukan setahun sekali. Di asrama para santri berlatih berinteraksi sosial dengan santri lain dari latar belakang yang berbeda- beda; daerah, suku, bangsa, sosial, ekonomi, budaya, dan lain- lain. Kegiatan-kegiatan santri di asrama dan seluruh kegiatan santri yang lain di jadwalkan secara ketat dan dilaksanakan dengan disiplin yang tinggi.

Dalam sistem pendidikan pesantren modern, lingkungan dirancang secara sistematis untuk menjadi bagian yang sangat penting dalam proses pendidikan. Santri diwajibkan tinggal di kampus dengan menempati asrama- asrama yang telah ditentukan. Kehidupan mereka selama 24 jam diatur dan diprogram dengan kegiatan-kegiatan yang produktif dan kondusif untuk pencapaian tujuan pendidikan secara lebih optimal. Dalam kehidupan di asrama para santri memperoleh pendidikan kemasyarakatan.

Pendidikan nilai-nilai kebersamaan, tolong menolong, pengorbanan, tanggung jawab, kejujuran, dan nilai-nilai sosial lainnya diselenggarakan dalam kehidupan berasrama. Latihan berorganisasi dan kepemimpinan juga diperoleh santri dalam kehidupan berasrama. Penempatan santri di asrama tidak didasarkan pada asal daerah, kelas, prestasi akademik, maupun status sosial. Penepatan itu pun tidak bersifat permanen; setiap semester selalu diadakan perpindahan antar kamar, sedangkan perpindahan antar asrama dilakukan setahun sekali. Di asrama para santri berlatih berinteraksi sosial dengan santri lain dari latar belakang yang berbeda- beda; daerah, suku, bangsa, sosial, ekonomi, budaya, dan lain- lain. Kegiatan-kegiatan santri di asrama dan seluruh kegiatan santri yang lain di jadwalkan secara ketat dan dilaksanakan dengan disiplin yang tinggi.