Learning by Teleconferencing

SPEAM

Teleconference merupakan suatu bentuk komunikasi langsung di antara beberapa orang yang biasanya berada pada jarak yang jauh atau tidak dalam satu ruangan dan dihubungkan oleh suatu sistem telekomunikasi. Teleconference juga bisa diartikan sebuah pertemuan untuk komunikasi yang dilakukan oleh dua orang atau lebih menggunakan sistem telekomunikasi bisa berupa suara saja (Audio Conference) atau bisa juga menggunakan sistem video dan audio (Video Conference) yang memungkinkan peserta telecomnference saling melihat dan mendengar apa yang dibicarakan sebagaimana pertemuan biasa. Dengan adanya teleconference ini tentu banyak keunggulan diantaranya dapat dijadikan sebagai media dalam penyampaian berbagai informasi mengenai suatu hal penting dengan melalui video atau audio sehingga lebih bisa menghemat waktu dan biaya daripada bertemu secara langsung. Namun di sisi lain teleconference juga memiliki kelemahan antara lain harga masih relatif mahal untuk pengadaannya, alat-alat yang diperlukan sulit untuk didapat, dan penginstalan relatif rumit sehingga harus ekstra hati-hati agar tidak salah.

Teleconference dapat dijadikan sebagai media komunikatif ataupun teknologi pendukung dalam proses belajar mengajar di era industrial 4.0. Hal ini tentunya sangat menunjang seluruh aktivitas pembelajaran di sekolah atau disebut dengan istilah learning by teleconferencing. Adapun manfaat teleconference bagi seorang guru yaitu teleconference sangat membantu terutama dalam kegiatan belajar mengajar. Misalnya ketika seorang guru tidak bisa mengisi pelajaran di kelas karena suatu hal, maka dapat menggunakan media teleconference ini. Selain bermanfaat sebagai kegiatan mengajar, teleconference juga sangat berguna untuk melakukan kegiatan rapat dengan perusahaan lain yang berjauhan ketika tidak bisa menghadiri rapat tersebut. Jadi kegiatan rapat akan tetap berlangsung dengan lancar dan efisien. Sedangkan bagi peserta didik, teleconference juga sangat bermanfaat kegiatan kerja kelompok ataupun dalam kegiatan bimbingan belajar.

Merujuk pada banyaknya manfaat dari kegiatan teleconference, maka Sekolah Pesantren Enterpreneur Al-Ma’un Muhammadiyah (SPEAM) Kota Pasuruan membuat program learning by teleconferencing secara berkelanjutan. Kegiatan perdana learning by teleconferencing dilaksanakan pada hari Jum’at tanggal 31 Januari 2020. Kegiatan tersebut bertempat di Ruang perpustakaan SPEAM Putri Jalan Sukarno Hatta No 1 Kelurahan Karangketug Kecamatan Gadingrejo Kota Pasuruan. Kegiatan berlangsung selama satu jam yang dimulai pukul 14.00 dan berakhir pada pukul 15.00. kegiatan learning by teleconferencing ini di hadiri oleh sejumlah 17 santri SPEAM jenjang SMA dan dua guru pendamping yaitu ustadz Nur Najman Marzuki serta Ustadzah Nurul Mawaridah.

Learning by teleconferencing ini menghadirkan narasumber handal yaitu Bapak Gunawan Raharjo Muktiwibowo. Beliau adalah seorang business development specialist yang telah memiliki jam terbang cukup tinggi. Adapun tema pembahasan yang disampaikan berupa “Soft Skill dalam Menyiapkan Karier”. Tema tersebut mampu membangkitkan antusiasme peserta yang berasal dari SPEAM Kota Pasuruan dan SMA muhammadiyah 2 Yogyakarta. Hal ini ditunjukkan dengan munculnya berbagai jenis pertanyaan kritis dari para peserta didik ataupun guru yang terlibat di dalamnya. Diskusi menarik pun juga turut serta menghidupkan suasana kegiatan learning by teleconferencing ini.

Inti dari materi yang disampaikan oleh narasumber dalam kegiatan ini adalah berupa formula kunci kesuksesan yang menitik beratkan pada keseimbangan antara create (C), action (A), nothing is impossible (N), doa (D) dan orang tua (O). Semua itu dituangkan oleh narasumber dalam bentuk formula (CxAxN) pangkat DO. Makna dari formula tersebut adalah sekeras apapun usaha yang dilakukan, namun apabila tanpa doa dan ridho orang tua maka hasilnya tidak akan berarti apa apa. Oleh karena itu usaha, doa, dan berbakti kepada orang tua itulah yang akan membuka pintu kesuksesan. Dalam hal ini kesuksesan bermakna luas yang dapat memberikan kepuasan di dalam hati dan bersifat relatif bagi setiap individunya.

Kesuksesan tidak terlepas dari adanya hard skill dan soft skill yang terdapat dalam setiap individu. Namun kesuksesan tidaklah mutlak ditentukan oleh hard skill yang dimiliki saja, tetapi soft skill pun banyak memberikan sumbangsih peran dalam menentukan tingkat keberhasilan dalam kehidupan seseorang. Oleh karena itu bagi siapapun hendaknya terus mengasah soft skill yang terpendam di dalam diri masing-masing misalnya keterampilan memimpin, berdialog, berpidato, beretika dan lain-lain. Alangkah baiknya jika kedua kemampuan tersebut baik hard skill ataupun soft skill dapat berjalan seiring bersama untuk saling mendukung satu sama lain. Sebuah kutipan pesan Dahlan Iskan yang disampaikan oleh narasumber yaitu “everyone has failed quota, so spent it when you are young”. Hal ini berarti setiap seseorang memiliki kuota kegagalan. Jadi habiskanlah kuota tersebut di masa muda agar tidak sampai menemui kegagalan di masa tua. Demikian materi yang disampaikan dalam kegiatan learning by teleconferencing. Di akhir acara masing-masing partisipan baik dari SPEAM dan SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta bersama-sama mengucapkan terimakasih dan melambaikan tangan kepada bapak Gunawan Raharjo Muktiwibowo sebagai closing statement yang cukup memeriahkan teleconference siang itu. Semoga pada kegiatan learning by teleconferencing yang selanjutnya dapat semakin menggugah semangat untuk senantiasa berproses dalam menggapai kesuksesan.
____

Nurul Mawaridah
(Ustadzah SPEAM Kota Pasuruan)

Pasuruan, 31 Januari 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Indahnya Berbagi

Awal yang baik di mulai dari niat yang baik, dan perjalanan yang jauh di mulai dari langkah yang pertama, itulah kata kata mutiara mengatakan, seringkali kita salah dalam melangkah ke depan sehingga apa yang terjadi, sesuatu yang kita inginkan tidak berhasil, jika kita memulai dengan awal yang baik serta niat […]