Ketua ITMAM Pusat Kunjungi S-PEAM

SPEAM

Pada hari Rabu, 13 Maret 2019, ketua ITMAM (Ittihadul Ma’ahid Muhammadiyah) atau Ikatan Pondok Muhammadiyah Pusat, Ustadz Yunus Muhammadi berkunjung ke Pesantren SPEAM kota Pasuruan. Pada kunjungan kali ini Ustadz Yunus berkesempatan memberikan pengarahan kepada pimpinan dan para asatidz S-PEAM.

Di hadapan para guru, Ustadz Yunus menyampaikan bahwa perkembangan pesantren Muhammadiyah mengalami kenaikan yang sangat pesat. Di awal dibentuknya ITMAM pada tahun 2010, jumlah pesantren Muhammadiyah 67 pesantren, dan kini bertambah menjadi 254 pesantren Muhammadiyah yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia.

Selain itu, Ustadz Yunus menyampaikan bahwa menjadi seorang guru dan pendidik di pesantren Muhammadiyah tidak cukup dengan mengajarkan materi kepada para siswa, tapi lebih dari itu, mendidik harus dengan uswah hasanah (teladan yang baik). Guru dan ustadz harus menjadi contoh bagi muridnya, karena santri akan mengikuti apa yang dikerjakan oleh guru dan ustadznya. Maka dari itu, menjadi seorang guru dan ustadz tidaklah mudah, dan untuk mendapatkan kemudahan dalam tugas-tugasnya, seorang guru harus ikhlas, yaitu meniatkan segala pekerjaan dan tugas hanya mengharapkan pahala dan ridho dari Allah, karena Allah tidak akan mengecewakan hamba-hambaNya yang ikhlas dalam pekerjaan dan ibadahnya, lanjut ustadz Yunus.

Menghadapi Ujian Nasional bagi kelas 9, Mantan Direktur MBS Imam Suhodo,- Sukoharjo ini membagikan pengalamannya tentang kiat-kiat untuk meningkatkan prestasi santri menghadapi ujian, di antaranya:

  1. Membentuk kelompok belajar santri, dengan menunjuk beberapa santri menjadi ketua kelompok yang kemudian menunjuk anggota kelompoknya
  2. Mengundang guru pembimbing untuk mendampingi santri ketika belajar
  3. Setiap sebulan sekali, ketua kelompok dikumpulkan untuk diadakan evaluasi
  4. Sesering mungkin mengadakan simulasi UN
  5. Mengumumkan hasil simulasi UN, untuk kemudian dievaluasi
  6. Para guru, terutama wali kelas harus memberikan terobosan dalam belajar

Di akhir, ustadz Yunus memotivasi para guru untuk selalu semangat di dalam mengemban tugas dan amanah dalam mendidik dan mengajar para santri sebagai wujud dari jihad fii sabililah, dan yakin akan balasan Allah kepada hamba-hambaNya yang berjihad di jalan Allah.

Arahan dan motivasi yang disampaikan oleh Ustadz Yunus sangatlah penting dan bermanfaat bagi para guru dan ustadz untuk selalu memperbarui niat (tajdid niyyah) dalam mengajar dan mendidik santri, sehingga dari guru dan ustadz yang berkuliatas akan lahir generasi emas yang siap menyongsong masa depan. Amin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

S-PEAM Menorehkan Prestasi di Pentas PAIS

Pada hari Rabu, 27 Maret 2019, MGMP PAI SMP Kota Pasuruan mengadakan PENTAS PAIS yang bertempat di Kantor KEMENAG Kota Pasuruan yang diikuti oleh seluruh SMP yang ada di kota Pasuruan baik Negeri maupun Swasta, sebanyak 21 satuan pendidikan. PENTAS PAIS adalah Pekan Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam. Ada […]