Gerakan Literasi Nasional

SPEAM

Literasi merupakan seperangkat kemampuan dan keterampilan individu dalam membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian tertentu yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Literasi telah menjadi bagian penting dalam memberikan kontribusi terhadap prospek perkembangan bangsa Indonesia yang berkemajuan. Hal ini mendasari balai bahasa Jawa Timur untuk menyelenggarakan kegiatan yang mengundang 150 peserta berlabel penggiat literasi dari berbagai latar belakang yang variarif.

Materi yang diangkat sebagai tema kegiatan ini adalah diseminasi gerakan literasi nasional di Pasuruan yang diadakan oleh balai bahasa Jawa Timur kementerian pendidikan dan kebudayaan. Kegiatan ini dilaksanakan tepat pada hari jumat tanggal 29 Maret 2019 yang dimulai dari pukul 07.00 hingga 17.30. Kegiatan dilaksanakan di salah satu aula rumah makan ternama di wilayah kebonsari Kota Pasuruan.

Agenda pertama diawali pembacaan basmalah dan menyanyikan lagu Indonesia Raya 3 stanza yang langsung dipimpin oleh Ibu Sri Asih. Agenda berikutnya adalah sambutan dan sekaligus pembukaan acara oleh Kepala cabang dinas pendidikan wilayah kabupaten dan kota Pasuruan yang disampaikan ibu Indah yudiani. Beliau menyampaikan apresiasi terhadap Pasuruan yang berhasil meraih juara 1 literasi guru tingkat provinsi Jawa Timur. Selain itu beliau menyampaikan bahwa revolusi industri 4.0 harus diintegrasikan antara kurikulum pendidikan dengan kebutuhan dunia usaha di era digital. Oleh karena itu budaya literasi di sekolah perlu ditingkatkan kualitasnya disetiap bidang dan jenisnya.

Materi pertama disampaikan langsung oleh narasumber yang sangat atraktif yaitu Muchammad Khoiri. Beliau adalah dosen unesa, editor, penulis 34 buku, penggerak literasi, perintis jalindo (Jaringan Literasi Indonesia). Beliau menyampaikan materi bertema era digital dengan subtema prospek dan pemberdayaan literasi. Indonesia saat ini sudah terlepas dari masalah buta aksara tetapi masih belum melek literasi. Dalam hal ini dimaknai bahwa bangsa Indonesia sudah mampu membaca tetapi belum bisa memahami secara keseluruhan dan belum mampu mengaplikasikannya dengan baik.

Arah literasi yang diharapkan secara nasional adalah keberaksaraan, melek keterpahaman, melek baca tulis, dan melek multiliterasi yang akan menghasilkan output melek hidup yang berkualitas. Hal ini memberikan prospek positif bagi masa depan bangsa Indonesia. Prospek positif dalam literasi di era digital ini bergantung pada sikap positif, kreativitas, dan kemampuan adaptif. Sikap positif tersebut berupa kemampuan kolaborasi dan bersinergi. Kreativitas dikembangkan untuk membentuk relasi sosial dan dakwah serta kemampuan adaptif dalam mengajar.

Pemberdayaan dalam literasi menjadi kegiatan yang sangat digemakan diberbagai bidang pengembangan. Pemberdayaan ini dapat diterapkan dengan cara mengoptimalkan peran pemangku dalam menjalankan peran dan fungsi, mengoptimalkan berbagai sumberdaya, dan menyukseskan gerakan literasi nasional. Kunci terpenting dalam menyukseskan gerakan literasi ini adalah dengan memanfaatkan kesempatan, penghargaan, interaksi, dan keteladanan. Oleh karena itu 4 kunci penting tersebut hendaklah diaplikasikan diberbagai bidang yang melibatkan aktivitas bersama dalam berbangsa dan bernegara.

Narasumber kedua dalam kegiatan ini adalah Drs. Mustakim, M.Hum sebagai pemateri langsung dari balai bahasa Jawa Timur. Beliau menyampaikan materi terkait penguatan literasi baca tulis dalam rangka membangun budaya literasi. Literasi dalam hal ini dinilai sebagai penanda peradaban suatu bangsa, penentu kualitas sumber daya manusia, penguat daya saing suatu bangsa, pendukung peningkatan kesejahteraan dan bagian dari kecakapan abad 21 disamping kompetensi serta karakter.

Penguatan literasi baca tulis dapat dilakukan melalui koordinasi dengan pihak-pihak terkait di daerah, pemberian pelatihan-pelatihan baik terhadap fasilitator maupun komunitas di daerah, dan penyertaan komunitas dalam kegiatan nasional. Selain itu penyelenggaraa lomba dan festival, pemberian penghargaan, serta penyediaan bahan sarana publikasi juga menjadi bagian penguat literasi baca tulis. Dengan demikian diharapkan mampu mencapai target penguatan literasi yang dicita-citakan untuk kemajuan bangsa Indonesia.

Salam literasi!!!

Pasuruan, 29 Maret 2019

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

We Are The Champion

Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) adalah salah satu bidang lomba yang bergengsi dan banyak mendapatkan perhatian dalam rangka mencetak ilmuwan sebagai generasi scientist. Hal ini memperlihatkan bahwa kebutuhan akan pengembangan ilmu pengetahuan menjadi prioritas bidikan dan mendapatkan respon yang positif di kalangan pelajar berbagai jenjang. S-PEAM merupakan lembaga pendidikan yang […]