Dinamika Kegiatan Santri S-PEAM

SPEAM

Al-Ma’hadu Laa Yanamu Abadan (Pesantren Tidak Pernah Tidur Selamanya), begitulah kiranya istilah dalam Bahasa Arab untuk menggambarkan dinamika kehidupan di Pesantren, tak terkecuali Pesantren S-PEAM kota Pasuruan. Rabu, (3/4/2019) adalah hari libur Nasional memperingati hari Isra’ Miraj Nabi Muhammad SAW, tapi tidak bagi santri dan santriwati S-PEAM. Ragam kegiatan telah mereka persiapkan jauh hari menjelang hari libur tersebut.

Pengurus IPM S-PEAM yang diberikan tanggung jawab oleh Pesantren melaksanakan kegiatan tersebut, bekerja dengan maksimal, totalitas dan penuh tanggung jawab. Mulai dari membuat proposal kegiatan, meminta bimbingan dari para asatidz dan mengarahkan seluruh santri S-PEAM untuk melaksanakan kegiatan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan. Semuanya dilakukan untuk memastikan bahwa acara berjalan dengan lancar.

Pada Selasa Malam, (2/4/2019), setelah sholat Isya’ para santriwati tidak beranjak dari tempatnya, mereka duduk rapi, kemudian tiga santriwati yang sudah ditunjuk, menghafalkan al-Qur’an secara bergantian. Dimulai dari juz, 1, 29 dan 30, dan santriwati yang lainnya menyimak dengan cermat.

Keesokan harinya, pada hari Rabu (3/4/2019) para santriwati memakai kaos olah raga dan bersepatu menuju lapangan yang terletak di depan sekolah. Di sana panitia sudah membagi santri wati ke dalam beberapa kelompok untuk mengikuti berbagai macam lomba, mulai dari lomba voly, bulu tangkis dan estafed air. Keceriaan, keakaraban dan rasa kekeluargaan terbentuk pada ajang tersebut.

Lain halnya di kampus putra, pada hari Rabu (3/4/2019) setelah sarapan pagi, para santri berpakaian rapi bergegas menuju masjid, kemudian duduk rapi membentuk shaf shalat dengan al-Qur’an di tangan masing-maing. Empat santri yang sudah ditunjuk sebelumnya, memulai menghafal al-Qur’an bergantian, sedangkan santri yang lainnya mendengarkan dengan khidmat. Tak terasa sudah dua jam berlangsung acara tasmi’ al-Quran dan tak ada santri pun yang beranjak dari tempatnya.

Pada malam harinya, para santri berkumpul kembali di masjid untuk mengikuti lomba cerdas cermat pada kategori fahmu al-Qur’an (memahami kandungan al-Qur’an). Ada 5 kelompok santri yang mengikuti lomba tersebut, dan setiap kelompok terdiri dari tiga santri. Ustadz Shoumin bertindak sebagai juri dibantu dengan Ustadz Syahdana. Kegiatan lomba cerdas cermat berlangsung dengan semarak dan tertib. Dan akhirnya, setelah beberapa babak dilalui, keluar sebagai pemenang adalah kelompok B.

Tidak hanya para santri, para guru juga mengadakan kegiatan pada hari tersebut. Para guru mengikuti lomba memasak yang sudah difasilitasi oleh pengurus IPM S-PEAM. Dalam lomba memasak tersebut, para guru diberi tantangan memasak menggunakan bahan baku jamur. Aneka makanan hasil kreatifitas guru-guru mengolah jamur pun tersaji di kompetisi tersebut. Pastinya, rasa dan kualitas tidak kalah dengan masakan yang disajikan di restoran-restoran mahal.

Begitulah, dinamika dan nuansa kegiatan santri dan guru di Pesantren S-PEAM yang tidak pernah berhenti, walaupun di hari libur. Istirahat pada hakikatnya adalah perpindahan dari suatu pekerjaan menuju pekerjaan yang lainnya. Dengan penciptaan kegiatan dan miliu Pesantren diharapkan akan membentuk mental santri yang militan dan berdisiplin serta merajut tali ukuhuwah di antara para santri. Karena sesungguhnya Pendidikan di Pesantren adalah proses membina, mengarahkan, mengawal dan membentuk peserta didik menuju perubahan yang lebih baik. Dan perubahan itu bisa dilihat dari perubahan pola fikir, sikap dan tingkah laku.

Pasuruan, 3 April 2019

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

SPEAM Raih Medali di Event O2SN

Pesantren S-PEAM Kota Pasuruan meraih medali emas dan perak dalam ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) pada Jum’at (12/4/19) yang diadakan di GOR Kota Pasuruan. Gelaran olimpiade kali ini diikuti oleh kurang lebih 15 sekolah yang berada di Kota Pasuruan, dengan jumlah peserta 29 atlet, terdiri dari 17 putra dan […]