Bimbingan Teknis Gerakan Literasi

SPEAM

Literasi merupakan salah satu bidang yang sedang digemakan pada era digital saat ini. Literasi juga merupakan bagian yang digiatkan sebagai program vital oleh balai bahasa Jawa Timur. Dalam rangka menyukseskan gerakan literasi nasional, Balai bahasa Jawa Timur mengadakan kegiatan yang di selenggarakan selama dua hari bertempat di aula pertemuan cabang dinas pendidikan Kota Kabupaten Pasuruan. Kegiatan tersebut di mulai dari hari rabu tanggal 10 April hingga hari kamis tanggal 11 April 2019 yang dilaksanakan pada pukul 08.00 hingga pukul 16.30. Kegiatan yang berjudul “Bimbingan Teknis Gerakan Literasi Nasional di Pasuruan” ini diselenggarakan oleh Balai Bahasa Jawa Timur. Adapun agenda acara pertama adalah menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dipimpjn oleh Ibu Lestari.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Ibu Indah yudianti sebagai kepala cabang dinas pendidikan Kota Kabupaten Pasuruan. Kegiatan ini merupakan suatu program giat pendampingan teknis pada SMA, SMK, Perguruan Tinggi, dan Pondok Pesantren di bidang literasi. Indonesia masih berada di level literasi yang sangat rendah dengan indikator minat baca dan menulis yang rendah. Latar belakang tersebut menjadi alasan utama bagi balai bahasa Jawa Timur untuk menyelenggarakan kegiatan bimtek ini dengan harapan peserta yang hadir dapat menjadi promotor penggerak literasi di Kota dan Kabupaten Pasuruan. Adapun tindak lanjut dari kegiatan ini dapat berupa pembuatan group literasi sebagai media sharing produk literasi dari masing-masing lembaga. Setelah acara resmi dibuka, maka dilanjutkan penyerahan cindera mata dari balai bahasa Jawa Timur kepada Kepala cabang dinas pendidikan.

Usai pembukaan acara, sebagai penyemangat aktifitas workshop pagi ini bapak Ari dari balai bahasa mengajak seluruh peserta workshop untuk selfi bersama dan meneriakkan yel yel “Literasi yes, Pasuruan Kota Literasi”. Agenda materi pertama tentang apresiasi karya sastra disampaikan langsung oleh Ibu Yulitin Sungkowati yang dimoderatori oleh Bapak Balok Safarudin. Materi ini disampaikan secara interaktif dan melibatkan keaktifan peserta workshop dalam mengasah kemampuan kreatifitas literasinya.

Indonesia secara umum masih tergolong dalam kategori bangsa yang primitif. Bangsa primitif hanya berada pada tahap kecenderungan sekedar mendengar dan melihat. Sedangkan bangsa yang modern adalah bangsa yang sudah mencapai tahapan memiliki keterampilan membaca dan menulis. Hal ini sangat penting sebagai upaya memutus mata rantai hoax yang saat ini sedang mewabah seiring perkembangan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Pemateri menyampaikan bahwa apresiasi sebuah karya sastra adalah milik pembaca dalam artian penarikan makna suatu karya sastra menjadi hak prerogratif pembaca yang bebas menentukan kesimpulan dari karya sastra yang dibaca. Dalam hal ini hendaklah disampaikan berdasarkan argumentasi yang tepat dan berdasar pada suatu pijakan yang kuat. Apresiasi karya sastra memiliki tiga tingkatan yaitu tingkat pertama meliputi unsur intrinsik, tengkat kedua meliputi unsur ekstrinsik, dan tingkat ketiga merupakan tingkat yang paling tinggi berupa kesadaran bahwa karya sastra merupakan produk budaya yang harus dilestarikan.

Lawan dari apresiasi karya sastra adalah kritik karya sastra. Dalam penyusunan kritik karya sastra mengandung nilai positif dapat memacu daya berpikir kritis dan daya evaluasi terhadap karya sastra. Sebagai salah satu contohnya adalah mengkritisi perwatakan tokoh dan latar cerita yang berbeda dengan penafsiran ilustrator pada gambar cover. Hal ini menjadi bagian dari aktifitas literasi yang dapat dilakukan oleh siapapun terutama penikmat karya sastra. Bagi penggiat literasi yang masih pemula dapat dilakukan dengan cara menuangkannya menjadi 2 hingga 4 paragraf pendek yang cukup detail. Harapannya dari paragraf pendek tersebut akan dapat dikembangkan menjadi sebuah buku secara bertahap. Demikian semoga bermanfaat.

Pasuruan, 10 April 2019

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Panen Jamur

Sekolah Pesantren Enterprenuer Almaun Muhammadiyah (S-PEAM) Kota Pasuruan adalah salah satu lembaga pendidikan formal yang berbasis pesantren yang memiliki keunggulan tersendiri dalam memberikan ilmu pendidikan formal maupun ilmu kepesantrenan yang senantiasa memahami dan mendalami ilmu agama Islam, yang siap mencetak kader Bangsa dan Agama. Bukan hanya pendidikan formal yang diperoleh […]